Aku Beri Tangguh Mereka, Tipu Dayaku Amat Perkasa,......................
Sabtu, 12 Desember 2009
Sejarah pemerintahan Diktator dan Demokrasi terhadap Shahwah Islamiyah modern adalah sejarah panjang yang penuh berbagai perseteruan, perlombaan, penghancuran dan pengerahan pasukan. Akan tetapi sungguh menakjubkan, bahwa hari-hari dan ujian itu tidak membuat apapun buat Shahwah Islamiyah kecuali bertambah kuat, kokoh dan berakar. Setiap hari semakin berkembang tunas-tunas mulia dan semakin tumbuh generasi-generasi cemerlang. Para politikus dan kaum sekuler semakin gila dan kehilangan kemampuan berpijak dan berfikir.
Mereka menduga bahwa penyelesaian satu-satunya yang dapat mengeluarkan mereka dari krisis yang menimpa mereka adalah tongkat keras yang dapat memukul punggung dan melukai jidat-jidat kaum muslimin.
Mereka mengira bahwa pilihan utama adalah membangun penjara-penjara dan rumah-rumah tahanan di padang sahara yang berperan mengoyak-oyak tubuh insan serta mengolah berbagai tekanan dan paksaan.
Walaupun semua itu terjadi, ternyata perkembangan keberkahan tidak berhenti. Di tengah –tengah politik penjahilan dan informasi kebohongan, gerakan Islam semakin bertambah menyatukan para ulama dan da'i-da'i yang ikhlas.
Akan tetapi apa yang terjadi setelah itu? Sampai kapan sistem Demokrasi akan terus memerangi Shahwah Islamiyah "Kebangkitan Islam" dan para pejuangnya? Sampai kapan pejuag-pejuang hina terjerembab dalam lubang kedengkian?
Sungguh sangat disayangkan, sistim sekuler ini tak mau mengambil manfaat dari pengalamannya yang lalu. Bahasa penjara dan kekerasan terus menerus menjadi cara satu-satunya. Apakah dengan itu, masalahnya selasai? Mereka sampai pada tujuannya?.
Kekejian resmi telah melahirkan perlawanan kekejian pula, satu terorisme membuahkan terorisme tandingan yang lain, sehingga masalahnya terus berputar di lingkaran kosong. Alat-alat kepolisisan yang digunakan kekuasaan telah menjadi bara-bara api yang terus menyalakan keberingasan.
Ada satu titik hakikat besar yang dilupakan oleh para penguasa yang tertipu oleh banyaknya tentara mereka, bahwa memerangi shahwah Islamiyyah bukanlah memerangi sosok-sosok pribadi pejuangnya yang bisa berakhir dengan membersihkan mereka atau membungkam suara mereka. Akan tetapi ini adalah perang dengan sunnah kauniah (hukum Allah di alam semesta).
Allah menurunkan agama ini untuk tetap kekal hingga hari kiamat.
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (QS. 61:8)
Hal tersebut berarti perang dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, seperti yag difirmankanNya dalam hadits qudsi :
من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب
" Barang siapa yang memusuhi wali Ku, maka Aku mengumumkan perang dengannya". (Hr. Al Bukhari, Kitab Ar Raqaiq, Bab At Tawadhu`: 6512)
Dari sini dapat kita katakan bahwa upaya apapun untuk membumi hanguskan Shahwah Islamiyah dan menutup sumber-sumbernya merupakan upaya sia-sia yang pasti rugi. Akibatnya – dengan haulullah- pasti hanyalah kahancuran dan kematian. Allah berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَن سَبِيلِ اللهِ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. (QS. 8:36)
"Sesungguhnya, aqidah islamiyah tidak mungkin dapat digilas dengan kekuatan senjata dan kekejaman penguasa. Sekalipun hari demi hari senjata mampu menyiksa para tokoh aqidah atau meluluh lantakan perjalanan mereka untuk sementara waktu, akan tetapi aqidah itu tetap hidup berakar di jiwa-jiwa kaum muslimin dan yang pasti akan menampakan cahayanya".
Bagaimana mugkin mereka mengenal rasa takut dan bagaimana mungkin kelunturan masuk ke dalam jiwa kaum muslimin? Padahal mereka membaca Al Anfal, At Taubah dan Ali Imran?
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَآأَيُّهَا الْمَلأُ مَاعَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَاهَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَل لِّي صَرْحًا لَّعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ {38} وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودَهُ فِي اْلأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لاَيُرْجَعُونَ {39} فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ {40} وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَيُنصَرُونَ {41} وَأَتْبَعْنَاهُمْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ هُم مِّنَ الْمَقْبُوحِينَ
"Dan berkata Fir'aun:"Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui ilah bagimu selain aku.Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Ilah Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". Dan berlaku angkuhlah Fir'aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami. Maka Kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu kami lemparkan mereka ke dalam laut.Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. Dan Kami ikutkan la'nat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. 28 :38-:42)
Ayat itu hanya bercerita tentang kisah Musa Alaihi Salam dengan Fir'aun dan bani Israil, akan tetapi sebuah kisah hidup yang terus ada bersama adanya para Fir'aun dan Thagut. Mereka yang banyak sekali terhimpun dalam rasionalitas kediktatoran dan tertipu oleh banyaknya pasukan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
أَمَّنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُندٌ لَّكُمْ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلاَّ فِي غُرُورٍ
"Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain dari pada Allah Yang Maha Pemurah Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu. (QS. 67:20)
Akan tetapi sunatullah akan tetap hangat bersama kehangatan munculnya para Fir'aun. Allah mengulur-ulur waktu buat orang-orang zholim sampai saat Dia menghukumnya tanpa ampun. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِئَايَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لاَيَعْلَمُونَ {182} وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh. (QS. 7:182-183)
Setelah semua pertempuran ini (Dua golongan manakah yang akan lebih berhak mendapatkan keamanan, jika kalian mengetahui ?)
Apakah untuk mereka para diktator yang menjadi penguasa para budak? Yang membuka penjara-penjara, memerintah dan melarang tanpa pengawas dan pericek? Atau apakah untuk mereka yang ikhlas dan jujur ? Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِاْلأَمْنِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ {81} الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
Maka manakah diantara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui". Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 6:81-82)
Itulah Rasa aman yang memakmurkan kalbu-kalbu sang da'i… sekalipun mereka dirantai dalam gelapnnya penjara!.
Rasa aman yang memenuhi jiwa-jiwa mereka…. Sekalipun mereka disiksa dan darah-darah mereka keluar melalui wajah-wajah mereka.
Rasa aman yang menentramkan tubuh –tubuh mereka…. Sekalipun mereka digantung di atas besi-besi panas. Sabarlah wahai keluarga Yasir, tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah surga.
Salam Ukhuwah From Cutte Mummet
(Soldier Of Islam Indonesia)
Mereka menduga bahwa penyelesaian satu-satunya yang dapat mengeluarkan mereka dari krisis yang menimpa mereka adalah tongkat keras yang dapat memukul punggung dan melukai jidat-jidat kaum muslimin.
Mereka mengira bahwa pilihan utama adalah membangun penjara-penjara dan rumah-rumah tahanan di padang sahara yang berperan mengoyak-oyak tubuh insan serta mengolah berbagai tekanan dan paksaan.
Walaupun semua itu terjadi, ternyata perkembangan keberkahan tidak berhenti. Di tengah –tengah politik penjahilan dan informasi kebohongan, gerakan Islam semakin bertambah menyatukan para ulama dan da'i-da'i yang ikhlas.
Akan tetapi apa yang terjadi setelah itu? Sampai kapan sistem Demokrasi akan terus memerangi Shahwah Islamiyah "Kebangkitan Islam" dan para pejuangnya? Sampai kapan pejuag-pejuang hina terjerembab dalam lubang kedengkian?
Sungguh sangat disayangkan, sistim sekuler ini tak mau mengambil manfaat dari pengalamannya yang lalu. Bahasa penjara dan kekerasan terus menerus menjadi cara satu-satunya. Apakah dengan itu, masalahnya selasai? Mereka sampai pada tujuannya?.
Kekejian resmi telah melahirkan perlawanan kekejian pula, satu terorisme membuahkan terorisme tandingan yang lain, sehingga masalahnya terus berputar di lingkaran kosong. Alat-alat kepolisisan yang digunakan kekuasaan telah menjadi bara-bara api yang terus menyalakan keberingasan.
Ada satu titik hakikat besar yang dilupakan oleh para penguasa yang tertipu oleh banyaknya tentara mereka, bahwa memerangi shahwah Islamiyyah bukanlah memerangi sosok-sosok pribadi pejuangnya yang bisa berakhir dengan membersihkan mereka atau membungkam suara mereka. Akan tetapi ini adalah perang dengan sunnah kauniah (hukum Allah di alam semesta).
Allah menurunkan agama ini untuk tetap kekal hingga hari kiamat.
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (QS. 61:8)
Hal tersebut berarti perang dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, seperti yag difirmankanNya dalam hadits qudsi :
من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب
" Barang siapa yang memusuhi wali Ku, maka Aku mengumumkan perang dengannya". (Hr. Al Bukhari, Kitab Ar Raqaiq, Bab At Tawadhu`: 6512)
Dari sini dapat kita katakan bahwa upaya apapun untuk membumi hanguskan Shahwah Islamiyah dan menutup sumber-sumbernya merupakan upaya sia-sia yang pasti rugi. Akibatnya – dengan haulullah- pasti hanyalah kahancuran dan kematian. Allah berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَن سَبِيلِ اللهِ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. (QS. 8:36)
"Sesungguhnya, aqidah islamiyah tidak mungkin dapat digilas dengan kekuatan senjata dan kekejaman penguasa. Sekalipun hari demi hari senjata mampu menyiksa para tokoh aqidah atau meluluh lantakan perjalanan mereka untuk sementara waktu, akan tetapi aqidah itu tetap hidup berakar di jiwa-jiwa kaum muslimin dan yang pasti akan menampakan cahayanya".
Bagaimana mugkin mereka mengenal rasa takut dan bagaimana mungkin kelunturan masuk ke dalam jiwa kaum muslimin? Padahal mereka membaca Al Anfal, At Taubah dan Ali Imran?
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَآأَيُّهَا الْمَلأُ مَاعَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَاهَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَل لِّي صَرْحًا لَّعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ {38} وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودَهُ فِي اْلأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لاَيُرْجَعُونَ {39} فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ {40} وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَيُنصَرُونَ {41} وَأَتْبَعْنَاهُمْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ هُم مِّنَ الْمَقْبُوحِينَ
"Dan berkata Fir'aun:"Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui ilah bagimu selain aku.Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Ilah Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". Dan berlaku angkuhlah Fir'aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami. Maka Kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu kami lemparkan mereka ke dalam laut.Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. Dan Kami ikutkan la'nat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. 28 :38-:42)
Ayat itu hanya bercerita tentang kisah Musa Alaihi Salam dengan Fir'aun dan bani Israil, akan tetapi sebuah kisah hidup yang terus ada bersama adanya para Fir'aun dan Thagut. Mereka yang banyak sekali terhimpun dalam rasionalitas kediktatoran dan tertipu oleh banyaknya pasukan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
أَمَّنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُندٌ لَّكُمْ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلاَّ فِي غُرُورٍ
"Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain dari pada Allah Yang Maha Pemurah Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu. (QS. 67:20)
Akan tetapi sunatullah akan tetap hangat bersama kehangatan munculnya para Fir'aun. Allah mengulur-ulur waktu buat orang-orang zholim sampai saat Dia menghukumnya tanpa ampun. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِئَايَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لاَيَعْلَمُونَ {182} وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh. (QS. 7:182-183)
Setelah semua pertempuran ini (Dua golongan manakah yang akan lebih berhak mendapatkan keamanan, jika kalian mengetahui ?)
Apakah untuk mereka para diktator yang menjadi penguasa para budak? Yang membuka penjara-penjara, memerintah dan melarang tanpa pengawas dan pericek? Atau apakah untuk mereka yang ikhlas dan jujur ? Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِاْلأَمْنِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ {81} الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
Maka manakah diantara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui". Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 6:81-82)
Itulah Rasa aman yang memakmurkan kalbu-kalbu sang da'i… sekalipun mereka dirantai dalam gelapnnya penjara!.
Rasa aman yang memenuhi jiwa-jiwa mereka…. Sekalipun mereka disiksa dan darah-darah mereka keluar melalui wajah-wajah mereka.
Rasa aman yang menentramkan tubuh –tubuh mereka…. Sekalipun mereka digantung di atas besi-besi panas. Sabarlah wahai keluarga Yasir, tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah surga.
Salam Ukhuwah From Cutte Mummet
(Soldier Of Islam Indonesia)
RSS Feed
Twitter
0 komentar:
Posting Komentar