nilah Masyarakat Jahiliyah Modern Indonesia,.....
Sabtu, 12 Desember 2009
Jahiliyah adalah keadaan yang dialami oleh bangsa arab sebelum islam, yaitu kebodohan terhadap Allah, para rasul Nya dan syari’at-syari’at agama. Dan situasi ini terbagi menjadi dua bagian:
Jahiliyah Ammah, yaitu keadaan dan situasi yang melanda seluruh ummat sebelum diutusnya Rasulullah Muhammad Salalllohu Alaihi Wasalam.
1. Jahiliyah Khoshshoh, yaitu jahiliyah yang dialami oleh sebagian Negara, kota atau perorangan.
B. Faham-faham yang berkembang pada masa jahiliyah.
Faham-faham yang berkembang pada masa jahiiyah diseluruh belahan dunia pada saat itu adalah:
1. Orang-orang arab berkeyakinan adanya Allah sebagai Pencipta alam dan Dzat yang menurunkan hujan . Akan tetapi, dalam pandangan mereka Tuhan tidak sanggup menghidupkan kembali mereka yang setelah kematian. Allah tidak memiliki tujuan dalam penciptakan manusia kecuali sekedar menempati dunia ini saja, tidak ada kiamat dan tidak ada hisab (perhitungan). Allah adalah Tuhan yang sama seperti raja-raja dimana untuk memperoleh rizki, hujan dan pertolongan dari musuh dapat dilakukan melalui perantara para kekasih Nya seperti maliakat dan orang-orang sholeh.
2. Orang-orang Nashroni, dimana agamanya yang haq telah lenyap, tidak tersisa sedikitpun kecuali beberapa orang saja. Yang terbanyak dikalangan mereka berkeyakinan bahwa ‘Isa adalah Allah atau anak (laki-laki) Allah. Mereka menjadikan para ulama dan para pendeta sebagai pencipta hukum yang wajib dilaksnakan dalam seluruh hal sekalipun bertentangan dengan nash-nash injil serta mengangkat derajat orang-orang sholeh sampai pada tingkat suci bahkan sampai derajat Tuhan.
3. Orang-orang yahudi yang terlalu berlebih-lebihan dalam menyerupakan Allah dengan mahluk Nya. Dan mereka menyebut Allah dengan sebutan-sebutan kotor yang lazim ada pada manusia, seperti dusta, bakhil, lalai, tidak mengetahui masa yang akan datang dan lain-lain.
4. Di negri Persia dan India telah tumbuh subur ajaran filsafat. Dan setiap ajaran filsafat meggambarkan Tuhan sesuai dengan akal para pelopor/ pendirinya :
- Satu filsafat menyeru adanya dua Tuhan dalam alam ini. Yaitu tuhan cahaya dan Tuhan kegelapan. Mereka mengira telah terjadi peperangan diantara keduanya, sehingga mereka mereka mengajak orang untuk membantu tuhan cahaya untuk menyalakan api.
- Satu filsafat menyeru bahwa Tuhan adalah iman. Wajib bagi manusia untuk memerangi nafsunya dengan berbagai bentuk mujahadah (perjuangan jiwa ) sehingga fana dan berjumpa dengan Nya, dan lain-lain
5. Di yunani muncul beberapa filsafat yang mana para tokohnya menyebut tuhan alam sebagai Prima Causa. Darinya muncul dan tumbuhnya alam.
C. Akhlak Jahiliyah
Diantara akhlak-akhlak jahiliyah yang dibenci Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam adalah:
1. Perpecahan.
Mereka suka berpecah belah dan mereka beranggapan bahwa mendengar dan mematuhi perintah itu merupakan suatu kehinaan dan kerendahan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Dan berpeganglah teguhlah kalian pada agama Allah, dan janganlah kalian berpacah-belah, dan ingatlah karunia Allah kepada kalian, ketika kalian dahulunya (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, lalu dipersatukan-Nya hati kalian, sehingga kalian dengan karunia Allah itu menjadi bersaudara… ( Qs. Al Imron: 103 )
2. Taqlid (Suka ikut-ikutan)
Agama atau sikap hidup mereka dibangun atas dasar-dasar yang sebagian besarnya adalah taqlid ( mengekor tanpa mengetahui dalil-dalil dan pedomannya ).
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?" ( Qs. Al-Baqoroh :170)
3. Percaya Kepada Selain Allah.
Mempercayai kepada selain Allah berupa tukang-tukang khurafat, thoghut, setan, dan berhala serta menganggap agama orang-orang musyrik itu lebih utama daripada agama orang-orang muslim adalah perbuatan-perbuatn jahiliyah.
Allah Subhanahu Wa Ta’aa berfirman:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلا
Apakah engkau tidak memperhatikan sikap orang yang diberi bagian dari kitab? Sedangkan mereka masih beriman kepada tukang tenung dan penyihir, bahkan mengatakan kepada sesama orang-orang kafir (orang-orang musyrik) bahwa orang-orang musyrik itu lebih mendapatkan petunjuk dari orang-orang mu’min, pengikut Muhammad.” (Qs.An.Nisa; : 51).
4 . Beribadah dengan cara menjauhkan diri dari rizki yang baik.
Mereka melakukan ibadah dengan cara menjauhkan diri dari makan rizki yang baik-baik dan tidak menggunakan perhiasan yang disediakan oleh Allah untuk hamba-hamba-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ
Tanyakanlah: Siapakah yang mengaharamkan memakai perhiasan Allah dan memakan rizki yang baik yang telah dikaruniakan-Nya untuk hamba-hamba-Nya.” (Qs.Al A’rof:32)
Diturunkannya ayat ini menurut ibnu abbas ialah karna orang-orang arab dahulu biasa melakukan thowaf di Baitullah dengan telanjang sehingga pernah terjadi seorang wanita melakukan thowaf dengan telanjang hanya menggantungkan selapih kulit untuk menutup alat vitalnya.
5 . Gemar Menampakkan Aurat.
Mereka gemar sekali menampak-nempakkan aurat mererka.
Allah Subhanhu Wa Ta’ala berfirman:
وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا
Apabila mereka melakukan perbuatan keji (berlari –lari keliling ka’bah dengan telanjang) mereka katakan perbuatan ini telah kami dapati semenjak dari nenek moyang kami, dan Allah pun telah menyuruh kami mengerjakannya.” ( Qs. Al A’rof: 28 )
Jahiliyah Ammah, yaitu keadaan dan situasi yang melanda seluruh ummat sebelum diutusnya Rasulullah Muhammad Salalllohu Alaihi Wasalam.
1. Jahiliyah Khoshshoh, yaitu jahiliyah yang dialami oleh sebagian Negara, kota atau perorangan.
B. Faham-faham yang berkembang pada masa jahiliyah.
Faham-faham yang berkembang pada masa jahiiyah diseluruh belahan dunia pada saat itu adalah:
1. Orang-orang arab berkeyakinan adanya Allah sebagai Pencipta alam dan Dzat yang menurunkan hujan . Akan tetapi, dalam pandangan mereka Tuhan tidak sanggup menghidupkan kembali mereka yang setelah kematian. Allah tidak memiliki tujuan dalam penciptakan manusia kecuali sekedar menempati dunia ini saja, tidak ada kiamat dan tidak ada hisab (perhitungan). Allah adalah Tuhan yang sama seperti raja-raja dimana untuk memperoleh rizki, hujan dan pertolongan dari musuh dapat dilakukan melalui perantara para kekasih Nya seperti maliakat dan orang-orang sholeh.
2. Orang-orang Nashroni, dimana agamanya yang haq telah lenyap, tidak tersisa sedikitpun kecuali beberapa orang saja. Yang terbanyak dikalangan mereka berkeyakinan bahwa ‘Isa adalah Allah atau anak (laki-laki) Allah. Mereka menjadikan para ulama dan para pendeta sebagai pencipta hukum yang wajib dilaksnakan dalam seluruh hal sekalipun bertentangan dengan nash-nash injil serta mengangkat derajat orang-orang sholeh sampai pada tingkat suci bahkan sampai derajat Tuhan.
3. Orang-orang yahudi yang terlalu berlebih-lebihan dalam menyerupakan Allah dengan mahluk Nya. Dan mereka menyebut Allah dengan sebutan-sebutan kotor yang lazim ada pada manusia, seperti dusta, bakhil, lalai, tidak mengetahui masa yang akan datang dan lain-lain.
4. Di negri Persia dan India telah tumbuh subur ajaran filsafat. Dan setiap ajaran filsafat meggambarkan Tuhan sesuai dengan akal para pelopor/ pendirinya :
- Satu filsafat menyeru adanya dua Tuhan dalam alam ini. Yaitu tuhan cahaya dan Tuhan kegelapan. Mereka mengira telah terjadi peperangan diantara keduanya, sehingga mereka mereka mengajak orang untuk membantu tuhan cahaya untuk menyalakan api.
- Satu filsafat menyeru bahwa Tuhan adalah iman. Wajib bagi manusia untuk memerangi nafsunya dengan berbagai bentuk mujahadah (perjuangan jiwa ) sehingga fana dan berjumpa dengan Nya, dan lain-lain
5. Di yunani muncul beberapa filsafat yang mana para tokohnya menyebut tuhan alam sebagai Prima Causa. Darinya muncul dan tumbuhnya alam.
C. Akhlak Jahiliyah
Diantara akhlak-akhlak jahiliyah yang dibenci Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam adalah:
1. Perpecahan.
Mereka suka berpecah belah dan mereka beranggapan bahwa mendengar dan mematuhi perintah itu merupakan suatu kehinaan dan kerendahan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Dan berpeganglah teguhlah kalian pada agama Allah, dan janganlah kalian berpacah-belah, dan ingatlah karunia Allah kepada kalian, ketika kalian dahulunya (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, lalu dipersatukan-Nya hati kalian, sehingga kalian dengan karunia Allah itu menjadi bersaudara… ( Qs. Al Imron: 103 )
2. Taqlid (Suka ikut-ikutan)
Agama atau sikap hidup mereka dibangun atas dasar-dasar yang sebagian besarnya adalah taqlid ( mengekor tanpa mengetahui dalil-dalil dan pedomannya ).
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?" ( Qs. Al-Baqoroh :170)
3. Percaya Kepada Selain Allah.
Mempercayai kepada selain Allah berupa tukang-tukang khurafat, thoghut, setan, dan berhala serta menganggap agama orang-orang musyrik itu lebih utama daripada agama orang-orang muslim adalah perbuatan-perbuatn jahiliyah.
Allah Subhanahu Wa Ta’aa berfirman:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلا
Apakah engkau tidak memperhatikan sikap orang yang diberi bagian dari kitab? Sedangkan mereka masih beriman kepada tukang tenung dan penyihir, bahkan mengatakan kepada sesama orang-orang kafir (orang-orang musyrik) bahwa orang-orang musyrik itu lebih mendapatkan petunjuk dari orang-orang mu’min, pengikut Muhammad.” (Qs.An.Nisa; : 51).
4 . Beribadah dengan cara menjauhkan diri dari rizki yang baik.
Mereka melakukan ibadah dengan cara menjauhkan diri dari makan rizki yang baik-baik dan tidak menggunakan perhiasan yang disediakan oleh Allah untuk hamba-hamba-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ
Tanyakanlah: Siapakah yang mengaharamkan memakai perhiasan Allah dan memakan rizki yang baik yang telah dikaruniakan-Nya untuk hamba-hamba-Nya.” (Qs.Al A’rof:32)
Diturunkannya ayat ini menurut ibnu abbas ialah karna orang-orang arab dahulu biasa melakukan thowaf di Baitullah dengan telanjang sehingga pernah terjadi seorang wanita melakukan thowaf dengan telanjang hanya menggantungkan selapih kulit untuk menutup alat vitalnya.
5 . Gemar Menampakkan Aurat.
Mereka gemar sekali menampak-nempakkan aurat mererka.
Allah Subhanhu Wa Ta’ala berfirman:
وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا
Apabila mereka melakukan perbuatan keji (berlari –lari keliling ka’bah dengan telanjang) mereka katakan perbuatan ini telah kami dapati semenjak dari nenek moyang kami, dan Allah pun telah menyuruh kami mengerjakannya.” ( Qs. Al A’rof: 28 )
RSS Feed
Twitter
0 komentar:
Posting Komentar